Jumat, 23 Maret 2012

Bali, Surga Budayaku

    Kediri – Suasana Bali dapat terlihat dari mading buatan siswa SMKN 1 Kediri. Judul yang mereka ambil adalah “Tetamian Budaya Ring jagat Bali”. Artinya adalah warisan budaya dari Pulau Bali.

    Saat kami tanya alasan mengambil tema Bali, salah satu crew menjawab “Karena Bali terkenal dari dulu dan budayanya masih utuh”. Salah satu budaya yang ditampilkan dalam mading ini adalah pura. Pura merupakan tempat ibadah umat Hindu di Bali. Selain pura, ditampilkan juga berbagai budaya yang disajikan dalam bentuk video. “Video ini kami pasang untuk memperkenalkan budaya yang mungkin sebagian masyarakat belum tahu”, ucap salah satu crew mading.
Mading bertemakan Bali ini dibuat selama 2-3 bulan. Bahan utama yang dipergunakan dalam pembuatan mading adalah sterofoam. Bahan lainnya adalah pasir dan kayu. Crew mading ini terdiri dari 9 anak, 7 anak dari kelas sepuluh dan 2 anak dari kelas sebelas.
READ MORE - Bali, Surga Budayaku

Beri Kesan Modern dengan Lampu Kerlap-kerlip

Kediri – SMAN 5 Kediri menghadirkan perpaduan antara budaya tradisional dan modern dalam madingnya yang berjudul “Save Our Culture”. Perpaduan tersebut dirangkai dalam bentuk rumah Minang yang dihiasi oleh lampu kerlap-kerlip. Lampu kerlap-kerlip sengaja ditampilkan untuk memberi kesan modern pada rumah Gadang. Mading ini ikut meramaikan Perang Mading Radar Kediri pada Jum’at (23/3).
Selain memadukan budaya tradisional dan modern, mereka juga menghadirkan dua budaya sekaligus yakni budaya Minang dan budaya Jawa. Budaya Minang tersebut adalah rumah Gadang, rumah asli penduduk Minang. Sedangkan Budaya Jawa yang ditampilkan adalan wayang. Beberapa wayang diletakkan di dalam rumah, untuk menambah pengetahuan pengunjung tentang budaya di Indonesia.

    “Tujuan kami menampilkan mading ini adalah agar masyarakat tahu cara membudayakan budaya dengan cara modern dan Rumah Gadang dapat dikenang oleh masyarakat sebagai budaya Indonesia” ujar Rista, salah satu crew mading.
READ MORE - Beri Kesan Modern dengan Lampu Kerlap-kerlip

“Tampil Memikat dengan Persiapan Singkat ”


Kediri – The Necof Java merupakan salah satu finalis Accoustic Ethnic Contest Radar Kediri. Finalis ini ikut memeriahkan area Grand Ballroom Kediri Mall pada hari Jum’at (23/3).
The Necof Java berasal dari kata neco of java. Neco dalam bahasa jawa berarti macam. Jadi, The Necof Java berarti macam-macam budaya yang berasal dari Jawa.
Grup akustik yang berasal dari SMAN 2 Nganjuk ini beranggotakan enam orang yaitu Bella Tresna sebagai vokalis, Citra Klarasita sebagai penabuh gamelan, Wahidra Purba Kusuma sebagai gitaris, Ahmad Gumelar sebagai gitaris dan M. Zainal Amri sebagai gitaris.
    Bella Tresna, vokalis, memang sudah sering mengikuti lomba tarik suara. Tidak mengherankan jika penampilan mereka tetap maksimal walau proses latihan hanya berlangsung selama satu hari. Walau dengan persiapan yang begitu singkat, antusias penonton dapat terlihat jelas saat penampilan mereka berlangsung.
Namun dibalik kesuksesan itu, ada berbagai kendala yang mereka alami. “Alat musik sudah disewa orang, kesibukan masing-masing personil, ditambah lagi saya menjadi Mbak Yu Nganjuk 2011” ucap Bella Tresna. Remaja yang lahir di Surabaya, 16 Juli 1995 ini berharap  dapat mengharumkan nama Indonesia dengan dua bidang yang ia geluti, yakni sastra dan musik.
Di akhir perbincangan, Bella Tresna mengungkapkan kiat-kiat agar suara kita terjaga saat bernyanyi. “Tiap orang mempunyai tips yang berbeda, kalau saya H-2 minggu stop minum es dan makan gorengan”.
READ MORE - “Tampil Memikat dengan Persiapan Singkat ”

ESTERIA of SMAN 5 KOTA KEDIRI


Kediri - ESTERIA grup yang terdiri dari enam personil ini memberikan aksi yang cukup menarik di panggung ACCOUSTIC ETHNIC CONTEST. Nama ESTERIA ini dipilih karena bagi mereka mempunyai arti yang berarti, yaitu “memberi semangat yang baik” ujar sang vocalis ESTERIA Bunga Maheta, Bunga membawakan tembang “LIR-ILIR” sebagai lagu wajib, dan “STOP TO THINK ABOUT YOU” lagu yang dipopulerkan oleh group band SHE. “Banyak kendala yang dihadapi oleh grup akustik ini, misalnya saja kendala pada saat latihan,,,, yaitu personil yang datang telat, ada saah satu anggota personil yang nggak datang dengan berbagai alasannya. Tapi dengan waktu dua minggu kami mempersiapkan untuk mengikuti acara ini kami tetap optimis untuk masuk ke FINAL PARTY hari esok,” tambahnya.
READ MORE - ESTERIA of SMAN 5 KOTA KEDIRI

Mic Mati Tak Surutkan Semangat Bernyanyi



Kediri – Accoustic Contest merupakan acara pertama yang diadakan di Ballroom Kediri Mall, Jumat (23/3). Sebagai peserta pertama, MAN KOTA KEDIRI 3 mempersembahkan lagu gambang suling dan Seluruh Nafas Ini. Persiapan telah dilakukan selama empat hari. Waktu latihan merupakan kendala utama bagi mereka.
“Latihannya kan pas liburan, jadi banyak yang sibuk dengan urusannya sendiri,” ucap Desy, sang vocalis. Selain kendala saat latihan, saat tampil pun peserta yang satu ini juga menemui kendala. Yakni microphone yang mati.
“ Ada alat musik yang nggak bunyi,” ungkap Desy saat ditanya tentang kendala saat di panggung. Namun kendala itu tidak menyurutkan semangat Desy dalam bernyanyi. Penampilannya tetap berlanjut sampai pada lagu kedua.

READ MORE - Mic Mati Tak Surutkan Semangat Bernyanyi

Jumat, 16 Maret 2012

Si Hijau Manis yang Eksis

KEDIRI KABUPATEN – Puluhan warga memadati Lapangan Tamtama Ngadiluwih, Kediri untuk menikmati pasar malam yang diadakan mulai Minggu (11/3) sampai Minggu (25/3). Pasar malam ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Ngadiluwih.

READ MORE - Si Hijau Manis yang Eksis

Pribadi Kami

Assalamu'alaikum WR.WB.

Hai sobat, selamat datang di blog kami. Perkenalkan kami adalah tiga bersaudara dari MAN KOTA KEDIRI 3. Kami duduk di kelas yang sama, yaitu X-4. Kami adalah salah satu peserta Jurnalis Blog School Contest VI Radar Kediri.

READ MORE - Pribadi Kami